Senin, 20 Mei 2024

HALF



Selama aku berjalan, berapa lama aku berjalan, membingungkan.

Setiap detik yang ku lalui tidaklah mudah, maka aku akan berdansa.

Pemikiran aneh di otakku selalu membuatku tertidur.

Aku telah lama menantikannya, mandi gula.

Aku seorang anak bodoh yang jenius bermulut manis. Meski begitu aku terkenal dengan sebutan bom kosong, entahlah mengapa itu terkenal, namun aku lebih suka di panggil kipas konslet, hehehe menurutku itu terdengar bodoh. Lupakan,,, aku jadi lapar.

Ok sekarang aku berada di sebuah jalan, jalan menuju kebenaran, mungkin, terlalu banyak yang berseragam disini, udara hari ini sangatlah mendukung, tapi tunggu dulu aku tidak berseragam, aku adalah seorang pedagaan es goceng!!!! Kenapa karna aku tidak sekolah. (tersenyuk klasik)

(ekpresi berubah menjadi ambigu, seseorang menatapnya kosong, kemudian gong)

Wow seketika aku lupa bahwa ….

“jellynya mana ??” (seseorang menatanya kosong mengeluarkan kata)

Aku lupa membawanya sepertinya aku harus marathon lagi (jalan di tempat berkata) “sepertinaya harus Kembali ke garis start, BASKOM” (sambil melatakkan es dan berlari”

Aku berlari melawan arus menuju ruang tak terbatas, kemudian sampe. Dengan kesungguhan hati perjalan ini seperti kilat, sepertinya aku memang punya kekuatan pahlawan bertopeng (tersenyum kemenangan sambil mengakat jelly)

Seseorang tadi berbicara dengan wajah keangungan dan bingungnya “ bukankah jarak nya Cuma 10 langkah??? (menghela nafas) bawa kesini,,,”

(Akupun tersenyum) terkadang pemikiran itu tidak sama, seharusnya ku tambahkan ekstra kepopuleran.

Ok waktu menunjukkan jam 9 waktunya menghasilkan Cahaya kesegaran lambung (menghadap tempat meja dan wadah), mencampurkan bahan adalah jalan kebenaran, aroma gula sungguh mempesona di tuangkan dengan Anggun dengan takaran yang modern, “step one” (bergaya gajah) kemudian tuangkan cairan kental menusuk jiwa, susu yang gak ada susunya, namun berkelas penambah glukosa. Ingat dengan takaran modern “step one 2 kali” (tersedak), lalu…. “tolong lanjutkan (muka memelas memohan pada seseorang itu)” skipp, setelah berlalu “last step” (mengaduk es merasa puas). Sebelum lanjut sesorang itu adalah bibi ku, bibi penakluk cuan.

“seperti biasa, bisakah kamu… sudahlah, sebentar lagi mau istirahat, bersiaplah” kata seseorang yang ternyata bibiku.

Aku pun Bersiap di posisi ku yaitu di mobil, bukan, Sungai, tentu tidak, Mars terlalu jauh, pastinya jelas di belakang bibiku. Bagaimana ini adalah posisi terbaik.

TRING bel berbunyi terlihat lautan seragam bergejolak melampaui batas jalan kebenaran itu, tak luput menerjang dan mengisi tangki keangunagan ku. Aku membantunya dengan doa yang paling mujarab dan sangat ampuh. TIDAK yang jelas aku membantu bibi ku

Hehehe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar