Selama aku
berjalan, berapa lama aku berjalan, membingungkan.
Setiap
detik yang ku lalui tidaklah mudah, maka aku akan berdansa.
Pemikiran
aneh di otakku selalu membuatku tertidur.
Aku telah
lama menantikannya, mandi gula.
Aku seorang
anak bodoh yang jenius bermulut manis. Meski begitu aku terkenal dengan sebutan
bom kosong, entahlah mengapa itu terkenal, namun aku lebih suka di panggil
kipas konslet, hehehe menurutku itu terdengar bodoh. Lupakan,,, aku jadi lapar.
Ok sekarang
aku berada di sebuah jalan, jalan menuju kebenaran, mungkin, terlalu banyak
yang berseragam disini, udara hari ini sangatlah mendukung, tapi tunggu dulu
aku tidak berseragam, aku adalah seorang pedagaan es goceng!!!! Kenapa karna
aku tidak sekolah. (tersenyuk klasik)
(ekpresi
berubah menjadi ambigu, seseorang menatapnya kosong, kemudian gong)
Wow
seketika aku lupa bahwa ….
“jellynya
mana ??” (seseorang menatanya kosong mengeluarkan kata)
Aku lupa
membawanya sepertinya aku harus marathon lagi (jalan di tempat berkata)
“sepertinaya harus Kembali ke garis start, BASKOM” (sambil melatakkan es dan
berlari”
Aku berlari
melawan arus menuju ruang tak terbatas, kemudian sampe. Dengan kesungguhan hati
perjalan ini seperti kilat, sepertinya aku memang punya kekuatan pahlawan
bertopeng (tersenyum kemenangan sambil mengakat jelly)
Seseorang
tadi berbicara dengan wajah keangungan dan bingungnya “ bukankah jarak nya Cuma
10 langkah??? (menghela nafas) bawa kesini,,,”
(Akupun tersenyum) terkadang pemikiran itu tidak sama, seharusnya ku
tambahkan ekstra kepopuleran.
Ok waktu menunjukkan jam 9 waktunya menghasilkan Cahaya kesegaran
lambung (menghadap tempat meja dan wadah), mencampurkan bahan adalah jalan
kebenaran, aroma gula sungguh mempesona di tuangkan dengan Anggun dengan
takaran yang modern, “step one” (bergaya gajah) kemudian tuangkan cairan kental
menusuk jiwa, susu yang gak ada susunya, namun berkelas penambah glukosa. Ingat
dengan takaran modern “step one 2 kali” (tersedak), lalu…. “tolong lanjutkan
(muka memelas memohan pada seseorang itu)” skipp, setelah berlalu “last step”
(mengaduk es merasa puas). Sebelum lanjut sesorang itu adalah bibi ku, bibi
penakluk cuan.
“seperti biasa, bisakah kamu… sudahlah, sebentar lagi mau istirahat,
bersiaplah” kata seseorang yang ternyata bibiku.
Aku pun Bersiap di posisi ku yaitu di mobil, bukan, Sungai, tentu tidak,
Mars terlalu jauh, pastinya jelas di belakang bibiku. Bagaimana ini adalah
posisi terbaik.
TRING bel berbunyi terlihat lautan seragam bergejolak melampaui batas
jalan kebenaran itu, tak luput menerjang dan mengisi tangki keangunagan ku. Aku
membantunya dengan doa yang paling mujarab dan sangat ampuh. TIDAK yang jelas
aku membantu bibi ku
Hehehe
